IRN-2015Mahasiswa dari program studi farmasi Universitas Lambung Mangkurat kembali mendapatkan hibah penelitian yang diselenggarakan oleh Indofood Riset Nugraha (IRN), setelah pada even IRN sebelumnya juga mendapatkan hibah penelitian atas nama Kukuh Bagus Nugroho dan Finlinda Hery Ramadani (mahasiswa S-1 Farmasi angkatan 2011). Pada bulan Agustus 2015 ini, Muhammad Riduan (mahasiswa S-1 Farmasi angkatan 2012) berhasil meraih dana penelitian melalui proposal penelitian yang berjudul “Pemanfaatan Edible Film Ekstrak Kulit Pisang Mauli Khas Kalimantan Selatan Sebagai Kemasan Seasoning Mie Instan”.

Proposal penelitian yang diusulkan Muhammad Riduan ini merupakan penelitian tentang pemanfaatan limbah kulit pisang yang melimpah di Kalimantan Selatan menjadi alternatif bahan pembentuk kemasan seasoning mie instan dalam rangka mengurangi pencemaran limbah plastik di Kalimantan Selatan. Menurut Riduan, jumlah limbah plastik di Kalimantan Selatan saat ini semakin meningkat dan berdampak pada pencemaran lingkungan. Jika pencemaran ini tidak diatasi secara optimal, akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Selain itu, penggunaan plastik pada makanan juga berpotensi dapat menyebabkan masalah pada kesehatan konsumen. Menurut mahasiswa yang berasal dari Amuntai, Kalimantan Selatan ini, alasan dipilihnya kulit pisang mauli yang merupakan pisang khas dari Kalimantan Selatan adalah tingkat produksi pisang yang terus meningkat setiap tahunnya dan pemanfaatan limbah kulit pisang yang belum optimal.

Dengan raihan ini, Riduan menjadi salah satu bukti bahwa farmasi Universitas Lambung Mangkurat mampu bersaing di tingkat nasional. Semoga hibah penelitan IRN ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dapat menjadi inspirasi serta motivasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat.